Sabtu, 26 Mei 2012

TREN DAN ISU KEPERAWATAN


TREN DAN ISU KEPERAWATAN
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Teknologi Informasi Keperawatan






Disusun oleh :
Nursiska Dewi

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN
TAHUN AKADEMIK 2011/2012


BAB I
PENDAHULUAN
(Definisi Trend dan Isu Keperawatan)  

A.   Definisi Trend 

Trend adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa, tren juga dapat di definisikan salah satu gambaran ataupun informasi yang terjadi pada saat ini yang biasanya sedang popular di kalangan masyarakat.
Trend adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak orang saat ini dan kejadiannya berdasarkan fakta.


B.   Definisi Issu.

Issu adalah suatu peristiwa atau kejadian yang dapat diperkirakan terjadi atau tidak terjadi pada masa mendatang, yang menyangkut ekonomi, moneter, sosial, politik, hukum, pembangunan nasional, bencana alam, hari kiamat, kematian, ataupun tentang krisis.
Issu adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak namun belum jelas faktannya atau buktinya.


C.   Definisi Trend dan Issu Keperawatan

Trend dan Issu Keperawatan adalah sesuatu yang sedang d.bicarakan banyak orang tentang praktek/mengenai keperawatan baik itu berdasarkan fakta ataupun tidak, trend dan issu keperawatan tentunya menyangkut tentang aspek legal dan etis keperawatan.
Saat ini trend dan issu keperawatan yang sedang banynak dibicarakan orang adalah Aborsi, Eutanasia dan Transplantasi organ manusia, tentunya semua issu tersebut menyangkut keterkaitan dengan aspek legal dan etis dalam keperawatan.


BAB II
PEMBAHASAN
TREND ISU KEPERAWATAN

ABORTUS

A. Definisi Aborsi

Abortus adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Apabila janin lahir selamat (hidup) sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, maka istilahnya adalah kelahiran prematur. Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g(ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan). Angka kejadian aborsi meningkat denganbertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya.
Proses abortus dapat berlangsung secara :
Ø  Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)
Ø  Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),
Ø  Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatupermasalahan atau komplikasi).

1.   Penyebab Aborsi
Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim,faktor imunologi (kekebalan tubuh), dan penyakit dari ibu. Penyebab abortus pada umumnya terbagi atas faktor janin dan faktor ibu :
a.   Faktor Janin
Pada umumnya abortus spontan yang terjadi karena faktor janin disebabkan karena terdapatnyakelainan pada perkembangan janin [seperti kelainan kromosom (genetik)], gangguan pada ari-ari maupun kecelakaan pada janin. Frekuensi terjadinya kelainan kromosom (genetik) pada triwulanpertama berkisar sebesar 60%.
b.   Faktor Ibu
Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalahfaktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik;infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea;kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung;kelainan bawaan dari rahim, seperti rahimbikornu(rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta(memiliki selaput pembatas di dalamnya) maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasirahim sebelumnya.Miomapada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan. Selain itu, ada beberapa diantara orang tua yang tidak menginginkan kehadiran janin tersebut dengan alasan yang bervariasi.

B. Faktor Risiko Aborsi
Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya abortus adalah :
Ø  Usia ibu yang lanjut
Ø  Riwayat kehamilan sebelumnya yang kurang baik
Ø  Riwayat infertilitas (tidak memiliki anak)
Ø  Adanya kelainan atau penyakit yang menyertai kehamilan
Ø   Infeksi (cacar, toxoplasma, dll)
Ø  Paparan dengan berbagai macam zat kimia (rokok, obat-obatab, alkohol, radiasi)
Ø  Trauma pada perut atau panggul pada 3 bulan pertama kehamilan8. Kelainan kromosom(genetik)
Pergaulan seks bebas

C. Tanda dan Gejala Aborsi secara Alamiah
Ø  Nyeri perut bagian bawah
Ø  Keram pada rahim
Ø  Nyeri pada punggung
Ø  Perdarahan dari kemaluan
Ø  Pembukaan leher rahim
Ø  Pengeluaran janin dari dalam rahim

D.    Metode-metode malakukan Aborsi

Sabtu, 12 Mei 2012

Tetralogi Fallot











Tetralogi Fallot (TF) merupakan kelainan jantung sianotik yang ditandai oleh:

· VSD besar

· Stenosis Infundibular Pulmonal

· Overriding Aorta

· RVH (Right Ventrikel Hipertrofi)

TF termasuk urutan keempat dari CHD (Penyakit Jantung Bawaan) setelah VSD, ASD, PDA.


I. ETIOLOGI

Penyakit jantung bawaan ini disebabkan oleh gangguan perkembangan sistem kardiovaskuler pada masa embrio. Disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu :

· Sebagian besar tidak diketahui

· Rubella

· Obat: talidomid, sitostatika

· Sinar X


II. PATOFISIOLOGI

Tetralogi fallot adalah kelainan daerah konotrunkal yang paling sering dijumpai. Cacatnya disebabkan oleh pemisahan konus yang tidak merata, karena pergeseran letak sekat trunkus dan konus ke depan. Sehingga pergeseran itu menimbulkan empat perubahan kardiovaskuler, yaitu :

- stenosis infundibularis pulmonalis.

- cacat yang besar pada septum interventrikularis.

- overriding aorta ( aorta yang keluar langsung di atas sekat yang cacat).

- hipertrofi dinding ventrikel karena tekanan sisi kanan yang lebih tinggi.

Karena adanya VSD yang besar dan stenosis pulmonal maka akan terjadi perubahan hemodinamik. Stenosis pulmonal yang terjadi itu menyebabkan darah yang berasal dari vena cava superior dan inferior seluruhnya akan tertampung dalam ventrikel kanan. Kemudian masuk ke aorta tanpa membebani ventrikel kiri, sehingga timbul hipertrofi ventrikel kanan sedangkan ventrikel kiri relatif kecil. VSD tersebut menyebabkan terjadinya shunt kanan ke kiri sehingga timbul sianosis. Stenosis pulmonal menyebabkan aliran darah ke pulmo jadi menurun sehingga terjadi hipoksemia yang dikompensasi dengan polisitemia.


III. MANIFESTASI KLINIS

- Sianosis, biasanya hanya terdapat setelah menangis, minum dan stress.

- Jari tabuh (clubbing finger) timbul setelah 2-3 bulan.

- Sesak nafas karena anoksia.

- Gangguan pertumbuhan gigi dan perkembangan email gigi buruk.

- Squatting, anak sering jongkok setelah berjalan atau berlari.

- Jantung berbentuk sepatu (boot shape).


IV. DIAGNOSIS

ANAMNESIS

Anamnesis yang dilakukan menyangkut anamnesis pediatrik secara menyeluruh kemudian baru dilakukan anamnesis khusus yang mengarah pada kelainan kardiovaskuler. Bila terjadi sianosis maka perlu ditanyakan kapan mulai timbul, frekuensinya, lamanya setiap kali serangan dan faktor pencetusnya. Ada atau tidaknya hambatan perkembangan diketahui dengan menanyakan perkembangan fisis, motorik serta mental dan kemudian membandingkannya dengan nilai-nilai normal untuk umur yang sesuai.

PEMERIKSAAN FISIK

Pada palpasi didapatkan impuls ventrikel kanan jelas, sering teraba getaran bising sepanjang tepi sternum kiri. Sedangkan pada auskultasi didapatkan bunyi jantung 1 keras, bunyi jantung II lemah pada sela iga II kiri, keras dan split pada sela iga IV kiri. terdapat bising sistolik ejeksi dengan punctum maksimum di sela III dan IV kiri dengan puncak segera setelah bunyi jantung I (berbeda dengan PS valvular).

PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Elektrokardiogram

Tampak deviasi aksis ke kanan dan hipertrofi ventrikel kanan, kadang disertai hipertrofi atrium kanan.

2. Ekokardiogram

Tampak defek septum ventrikel jenis perimembranous dengan overriding aorta kurang lebih 50% dan penebalan infundibulum ventrikel kanan.

3. Foto Torak

Gambaran pembuluh darah paru berkurang (oligemia) dan konfigurasi jantung yang khas yakni seperti sepatu boot (boot shape).

4. Kateterisasi jantung dan angiokardiogram

Kateterisasi jantung ini dilakukan untuk menilai arteri pulmonalis dengan cabang-cabangnya, anomali arteri koroner baik asal maupun jalannya dan defek septum ventrikel tambahan bila ada.

V. PENATALAKSANAAN

· Serangan hipoksia (Hipoksic/Cyanotic Spell) à anak dispneu, sianosis bertambah, kesadaran ¯ oleh karena kontraksi infundibulum ventrikel kanan.

· Knee Chest Position.

· Beri Oksigen 5 L/m.

· Morfin sulfat 0,1-0,2 mg/kg/dosis - intravena atau subkutan.

· Bic Nat 1-2 meq/kg BB, intravena.

· Bila anemia (Hb <>à tranfusi darah 5ml/kg.

o Propanolol 1 mg/kg/hr – per oral dibagi 3 dosis.

· Untuk mencegah terulangnya serangan

o Propanolol 1 mg/kg/hr per oral dibagi 2 dosis.

· Tindakan bedah merupakan suatu keharusan bagi semua penderita TF. Pada bayi dengan sianosis yang jelas, sering pertama-tama dilakukan operasi pintasan atau langsung dilakukan pelebaran stenosis transventrikel. Koreksi total dengan menutup VSD seluruhnya dan melebarkan PS pada waktu ini sudah mungkin dilakukan. Umur optimal untuk koreksi total pada saat ini adalah 7-10 tahun. Tapi operasi semacam ini selalu disertai risiko yang besar.

VI. PROGNOSIS

Tanpa operasi prognosis tidak baik. Rata-rata mencapai umur 15 tahun, tapi semua ini bergantung kepada besar kelainan. Ancaman pada anak dengan TF adalah abses otak pada umur 2-3 tahun. Gejala neurologis disertai demam dan leukositosis memberikan kecurigaan akan adanya abses otak. Anak dengan TF cenderung untuk menderita perdarahan banyak karena mengurangnya trombosit dan fibrinogen kemungkinan timbulnya endokarditis bakterialis selalu ada.

EMBRIOLOGI DALAM AL-QURAN

 





Seorang ahli embriologi dari Amerika, kagum bahwa Al Quran memuat masalah pertumbuhan janin jauh sebelum ilmu pengetahuan menemukannya. Itulah yang membuatnya kemudian memilih muslim. Ketika Dr. Keith L. Moore, ahli embriologi terkenal dari Amerika membaca suatu tulisan bahwa dalam Al Quran, memuat ihwal pertumbuhan janin dari masa pembuahan hingga lahir, ia memang sulit percaya. Sebab, menurutnya, pengetahuan embriologi baru dikenal belakangan, terutama sejak diketemukannya mikroskop dan piranti-piranti canggih ilmu kedokteran modern lainnya.

Tapi ketika doktor dari Toronto, Kanada, itu kemudian membaca dan mempelajarinya apa yang ia herankan dari Al Quran, ia berbalik terkagum-kagum. Benar, dalam Al Quran, diakuinya memuat ayat-ayat yang berbicara tentang embriologi secara lengkap dan tuntas.

“Apa yang tercantum dalam Al Quran itu sungguh tidak mungkin terjangkau oleh pengetahuan medis pada abad ketujuh Masehi. Ini suatu mukjizat,” katanya. Berdasarkan itulah, antara lain, membuat Dr. Keith L. Moore kemudian memutuskan untuk menganut agama Islam, menjadi seorang muslim.
Kini Dr. Keith L. Moore ikut aktif menangani publikasi Perhimpunan Medika Islam Amerika Utara, Downers Grove, Illinois, USA. Ia adalah seorang ahli embriologi dari Toronto, Kanada. Pada ulang tahun ke-18 Perhimpunan Medika Islam di Niagara Falls, New York, muallaf yang relatif belum lama menjadi muslim itu mengatakan bahwa referensi tentang perkembangan dan reproduksi manusia tersebar di berbagai ayat Al Quran. Sejalan dengan perjalanan ilmu pengetahuan yang merayap terlalu lambat, arti ayat-ayat tersebut baru bisa ditafsirkan semestinya pada masa-masa belakangan.

Dimulai dari surah 39 Azzumar ayat 6, keyakinan Dr. Keith L. Moore itu berdasarkan tempat pijaknya dengan kokoh.
Ayat itu berbunyi:
“Dia menciptakan kamu dari satu makhluk lalu dijadikan-Nya dari makhluk itu pasangannya. (Dan Dia menurunkan untukmu delapan pasang binatang ternak). Dia membentuk kamu dalam perut ibu-ibumu melalui tahap-tahap penciptaan dalam tiga lipat kegelapan (kegelapan dalam perut, dalam rahim, dan dalam selaput yang menutupi janin). Itulah Allah, Tuhanmu, yang memiliki kekuasaan, tiada tuhan selain Dia. Jadi mengapakah kamu berpaling ?”

Diteruskan dengan menelusuri surah 23 al Mukminun ayat 13 dan 14, “Kemudian Kami tempatkan dia sebagai setitik bibit dalam penyimpanan yang kuat. Lalu bibit itu Kami jadikan segumpal darah, Kami bentuk pula gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan dari gumpalan daging itu Kami jadikan lagi tulang-belulang, dan tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging, dari situlah Kami ciptakan makhluk yang lain. Maka sucikanlah Allah sebagai Pencipta paling baik.”

Berikutnya, Dr. Keith L. Moore membacakan ayat 5 dari surah ke-22. Di sana Allah berfirman, “Wahai manusia, apabila kamu ragu-ragu mengenai Hari Kebangkitan, ingatlah, Kami ciptakan kamu dari debu , lalu dari setetes nutfah, lalu dari segumpal daging, yang telah berbentuk maupun yang belum berbentuk, supaya menjadi jelas bagimu. Lantas Kami mukimkan di dalam rahim sesuai kehendak Kami hingga waktu yang telah ditentukan. Kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, yang berangsur-angsur mencapai kedewasaan. Ada yang mati muda diantara kamu, ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, sehingga ia tidak tahu apa-apa lagi terhadap semua yang pernah diketahuinya.

Bukankah kamu lihat bumi ini kering, tetapi bila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi ini dengan subur, serta menumbuhkan berbagai tanaman yang indah-indah dari tiap pasangannya.”
Menurut Dr. Moore, illustrasi tentang fetus (embrio yang telah berkembang) di dalam uterus (peranakan), baru muncul pertama kali pada abad 15 M, oleh Leonardo da Vinci. Memang pada abad kedua, Galen pernah menggambarkan tentang plasenta dan selaput-selaput janin dalam buku, “On the Formation of the Foetus”, namun jauh berbeda dengan yang diuraikan pada abad ketujuh Masehi.

Dan kala itu, para ahli kedokteran telah mengetahui bahwa embrio manusia berkembang di dalam uterus. Tetapi tidak seorangpun mengetahui bahwa perkembangan tersebut berlangsung secara bertahap. Malah pada abad kelima belas pun belum didiskusikan, apalagi digambarkan. Setelah mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhook pada abad keenam belas, barulah uraian tentang tahap-tahap permulaan embrio ayam mulai diselidiki para ahli.

Pengetahuan mengenai pentahapan embrio manusia tidak terbayangkan hingga abad 20 ketika Streeter (1941) dan O’Rahilly (1972) mengembangkan sistem pentahapan yang pertama kali. Lebih-lebih, tentang tiga lipat kegelapan, yang ternyata dimaksudkan kepada tiga pelapisan. Yaitu dalam lapisan dinding perut, dinding rahim, dan selaput janin.
Dari pengertian etimologis, sebenarnya “alaqah” yang biasanya diterjemahkan dengan segumpal darah lebih memberat kepada pengisap darah, yaitu lintah. Padahal tidak ada pengumpamaan yang lebih tepat ketika embrio berada pada tahap ini (7-24 hari) selain seperti lintah menggelantung di kulit, baik keadaannya yang seolah menggelantung di dinding uterus, maupun sumber hidupnya. Sebagaimana sumber makanan lintah dari darah manusia yang ditempelinya. Begitu pula janin. Sumber makanannya adalah dari darah sang ibu.

Ajaibnya, jika janin dalam tahap ini diperbesar menggunakan mikroskop, bentuknya memang betul-betul menyerupai lintah. Mengingat pada abad ke-7 itu belum ada mikroskop ataupun lensa pembesar, maka pengetahuan tentang embrio manusia yang mirip lintah itu tidak mungkin berasal dari manusia. Dan siapa lagi, kalau bukan dari Allah..

Jumat, 21 Oktober 2011

MEROKOK




Racun pada Rokok Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
  • Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
  • Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
  • Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
  Efek Racun Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.   Batas Aman Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama. 
TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK

Berusaha Sehat Meski Merokok

Memang tidak mudah untuk menghilangkan atau menghentikan kebiasaan merokok. Namun, yang lebih susah adalah bagaimana tetap sehat dalam kondisi terpaksa harus merokok. Beberapa tips bisa di coba :

1. Biasakan berolahraga atau memulai program/hobi dengan keluarga/teman-teman yang bukan perokok. Buatlah acara ini secara teratur. Olah raga tidak hanya penting bagi yang ingin hidup sehat, tetapi juga bagi perokok. Luangkan waktu kurang lebih 30 menit sehari untuk memberikan tubuh mendapat oksigen secukupnya. Jangan merokok selama berolahragakarena hal ini akan memupuskan segala manfaatnya.

2. Jangan merokok sambil minum kopi. Meski dipercaya dapat menambah kenikmatan, kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan kadar CO2 dalam paru-paru. Sebagai ganti, pilih minuman yang dapat menetralisir racun yang dibawa oleh rokok seperti jus buah segar atau susu.

3. Ganti rokok dengan makanan ringan sebagai pencuci mulut.

4. Ganti kebiasaan merokok saat buang air besar dengan membaca buku, komik, koran yang jauh lebih bermanfaat untuk menambah ilmu maupun sekedar sebagai rileksasi.

5. Cobalah berpikir sesaat sebelum menyalakan rokok, tentang bagaimana hidup ini terasa lebih inidah tanapa rokok.

6. Kalau hingga kini Anda terpaksa harus merokok, cobalah untuk memikirkan kehidupan yang sebenarnya jauh lebih baik tanpa merokok. Alasan yang selalu dikemukakan adalah rokok dapat mengurangi kecemasan, meningkatkan konsentrasi, memberi rasa lebih tenang dan lebih rileks. Kenyataannya, efek positif itu hanya terasa sesaat adn selanjutnya timbuk ketergantungan yang akan berdampak luas. Cobalah mencari alternatif seperti mendengarkan musik lewat earphone atau mengunyah permen karet.

" TANGGUNG JAWAB MUSLIMAH "


Secara umum tanggung jawab wanita dan laki-laki sama dihadapan Allah yaitu beribadah kepada Allah. Melaksanakan fungsi kekhalifahan diatas muka bumi. Dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban dan mendapat balasan di akhirat terhadap apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia.

"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (Qs Anisa 124)


Secara khusus tanggung jawab wanita muslimah tidak kalah sedikit dibanding kaum laki-laki. Bahkan adakalanya tanggung jawab wanita muslimah lebih besar daripada laki-laki, karena jika dirinci, akan terdapat jauh lebih banyak tugas wanita dibanding laki-laki. Hal ini dapat dilihat dalam pembagian periode kehidupan wanita muslimah.

Dua Periode Kehidupan Wanita Muslimah


A. Sebelum Menikah

Di antara keutamaan wanita muslimah sebelum menikah adalah menunaikan hak-hak kedua orang tuanya.Yang demikian itu karena merupakan perintah Al-qur'an dan Sunnah Nabi.

Berikut ini beberapa tanggung jawab wanita muslimah terhadap kedua orang tuanya :
a. Birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua)
Allah azza wa Jalla memberikan kedudukan tinggi dan mulia kepada orangtua. Allah meletakkan kedudukan tersebut setelah kedudukan iman dan tunduk patuh padaNya.:

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri," (Qs Anisa : 36)

[294] dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan yang bukan muslim.
[295] Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma'shiat yang kehabisan bekal. termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.

Wanita muslimah yang menyadari petunjuk agamanya merupakan anak yang paling berbakti kepada kedua orangtuanya.Tanggung jawab ini tidak akan berhenti sampai menjalani hidup rumah tangga dan mengasuh putera-puterinya,akan tetapi terus berlanjut hingga akhir hayatnya. Hal itu merupakan wujud pengamalan Al-Qur'an .

Rasulullah Shallalahu 'alaihi wassalam menempatkan birrul walidain diantara dua amalan terbesar dalam Islam,yaitu shalat pada waktunya dan jihad di jalan allah.

Shalat adalah tiang agama,sedangkan jihad di jalan allah merupakan puncak tertinggi Islam.Lalu adakah kedudukan yang paling mulia yang diberikan Rosul selain kedudukan itu?

''Pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah yang membai'atnya untuk hijrah dan jihad dengan tujuan mencari pahala dari Allah.rosulu tidak menerimanya,akan tetapi bertanya :'apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?'.

Orang itu menjawab :"masih,bahkan keduanya masih hidup'.Maka rosul bersabda :" Bukankah engkau ingin mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala?

Dia menjawab : "Benar"
Kemudian Rosul bersabda :"Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan pergaulilah keduanya dengan baik ( Muttafaq 'Alaih).

Sedangkan dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan;

Ada seorang laki-laki yang datang dan meminta izin kepada Rosulullah untuk berjihad.Lalu Beliau bertanya:"
Apakah kedua orang tuamu masih hidup?"
Orang itu menjawab :"masih"

Maka Rosulpun bersabda :"Demi keduanya,berangkatlah berjihad"
Pada kisah pertama,bagaimana Rosulullah mendahulukan merawat orangtua yang sudah renta ketimbang berangkat berjihad,karena Rosul mengetahui orang tua laki-laki itu lebih memerlukan anaknya,sementara medan jihad masih ada orang lain,meski saat itu Nabi masih membutuhkan jumlah pasukan.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah berbuat baik kepada kedua orangtua tetap dilakukan meski keduanya bukan muslim.Seperti yang dikisahkan dalam hadist berikut ini :
Asma binti abu Bakar r.a berkata : "Ibuku pernah mendatangiku,sedang dia seorang musyrik pada masa Rasulullah.Lalu aku meminta petunjuk kepada Rosul :"Ibuku telah datang kepadaku dengan penuh harapan kepadaku, apakah aku harus menyambung hubungan dengan ibuku itu ?" Beliau menjawab :" Benar, sambunglah hubungan dengan ibumu !" (Muttafaq 'alaih).

Berbuat baik kepada orang tua juga berarti sangat takut berbuat durhaka kepada kedua orangtua dalam bentuk berkata kasar,nada suara yang melampaui suara orang tua, berkata 'uf' (ah),menyakiti hatinya,menganiaya fisiknya,tidak menghormatinya,tidak memuliakannya,termasuk membiarkannya bekerja keras sementara anak mampu untuk mengerjakannya.

Hendaknya wanita muslimah mendahulukan berbuat baik kepada ibu , kemudian kepada bapak. Pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah dan bertanya : "Ya Rasulullah,siapakah yang paling berhak saya pergauli dengan baik ?"
Rasulullah menjawab :"Ibumu"
Orang itu bertanya lagi :"Lalu siapa "
Beliau menjawab ::"Kemudian siapa lagi"
"Ibumu" demikian jawaban Rasulullah.
Beliau menjawab: "Bapakmu" (Muttafaq 'alaih )
b. Menghormati Kerabat-Kerabatnya

Menghormati kerabat orang tua dari jalur ibu dan bapak seperti paman,tante,sepupu,dan seterusnya merupakan tanggung jawab wanita muslimah kepada kedua orang tua, yakni memelihara hubungan kekeluargaan.

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu."(Qs Anisa : 1)

[263] maksud dari padanya menurut Jumhur Mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.

[264] menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.

Kedudukan menghormati dan berbuat baik kepada kerabat menempati kedudukan setelah berbuat baik kepada orang tua, (An-Nisaa :36)

c. Mendo'akannya
Di antara tanggung jawab wanita muslimah kepada orang tua adalah selalu mendo'akannya.
Dalam sebuah hadist diceritakan,bahwa ada orang tua yang bertanya-bertanya kepada Allah pada Hari Pembalasan karena mendapatkan ni'mat surga, lalu Allah menjawab bahwa itu karena do'a anaknya yang sholeh (Muttafaq 'alaih).

Allah memberikan tuntunan bagaimana seharusnya seorang anak tidak melupakan orang tuanya dalam do'a.

"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil." (Qs Isra : 24)

Mendoakan kedua orang tua adalah bentuk amal kebajikan yang tidak akan terhalang hingga di hari pembalasan. Dalam hadist shohih disebutkan bahwa salah satu diantara 3 amal manusia yang tidak putus setelah manusia meninggal adalah do'a anak yang sholeh.

Mendo'akan juga merupakan bentuk memperkuat hubungan ruhiyah antara anak dan orang tua kepada Allah. Bagi wanita muslimah ini sangat penting karena kelak ia akan memasuki kehidupan berikut sebagai seorang ibu.Sehingga ia menghayati betapa berartinya sebuah do'a.

d. Memohonkan Ampun Untuk Mereka
Sebagai manusia biasa, orang tua sangat mungkin banyak melakukan kekhilafan dan kesalahan.Hendaknya wanita muslimah memahami ini.Maka ketika mendo'akan mereka sertai dalam do'a permohonan ampun kepada Allah atas segala kehilafan dan kesalahan orang tua. Ketika seorang anak masih kecil, maka kedua orang tuanya selalu mendo'akan agar ia tumbuh besar sehat,cerdas,dan beriman. Do'a ini diucapkan dengan penuh kasih sayang tanpa putus. Maka sebagai bentuk kasih sayang anak kepada orang tua,sudah sepatutnya seorang anak juga mendo'akan bagi mereka,meski belum tentu berbanding nilai yang sama. (Hadits mendoakan mohon ampun kepada Allah untuk orangtua)

e. Menunaikan Janjinya
Wanita muslimah menunaikan janji kedua orangtuanya ketika orangtuanya telah meninggal.
Dikisahkan seorang wanita dari suku Juhainah yang datang kepada Nabi SAW, selanjutnya wanita itu bertutur, "Ibuku pernah bernazar untuk menunaiknan ibadah haji tapi ia meninggal sebelum sempat menunaikannya. Apakah aku harus berhaji untuknya?" Nabi menjawab, "Ya, berhajilah untuknya, bukankah engkau mengetahui bahwa apabila ibumu mempunyai uang engkau akan membayarnya, karena itu tunaikanlah haji, karena hak Allah itu lebih wajib untuk dipenuhi." (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan wanita itu berkata,

"Ibuku mempunyai hutang puasa selama satu bulan, apakah aku harus menggantinya?" Nabi menjawab, "Berpuasalah untuknya," (HR. Muslim).


Oleh karena itu penting bagi wanita muslimah mengetahui dan menunaikan janji termasuk hutang kedua orangtuanya. Sehingga dapat membebaskan kedua orangtuanya dari pertanyaan Allah di akhirat nanti.

f. Menyambungkan persaudaraan kerabat kedua orangtua.
Islam telah memberikan penghormatan terhadap kaum kerabat, mengajurkan melakukan hubungan kekerabatan dan sangat membenci orang yang menolak atau memutuskan hubungan kekerabatan.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Rasul saw. bersabda,

"Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk hingga ketika selesai menciptakan mereka itu kaum kerabat berdiri seraya berkata, "Ini adalah tempat kembalinya mereka yang kembali kepada-Mu setelah memutuskan silaturahim."

Allah berfirman, "Benar, apakah engkau rela Aku menyambung tali persaudaraan denganmu dan memutuskan orang yang memutuskan tali persaudaraan denganmu." Kaum kerabat bertutur, "Tentu," lalu Allah berfirman,"Yang demikian itu untukmu," Kemudian Rasul bersabda,"Jika berkehendak bacalah ayat:

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (Qs Muhammad : 22)

Mereka Itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. Qs Muhammad : 23)

Melalui ayat tersebut Allah memerintahkan manusia untuk menyambung tali persaudaraan di antara kerabat. Hal ini dilakukan untuk memperluas kebaikan dan mewariskan keimanan pada Allah dalam hubungan kekerabatan. Bagaimana Rasulullah mencontohkan kepada keluarganya pada setiap kali memasak penganan agar dilebihkan untuk bisa dibagikan kepada kerabat Khadijah ra., ketika Khadijah sudah wafat.

B. Setelah menikah
Periode berikut dalam kehidupan wanita muslimah adalah setelah menikah, jika ia memasuki kehidupan berkeluarga untuk membentuk rumah tangga Islami.

Pada tahap ini, ada tiga bagian tanggung jawab besar :
1. Terhadap Suami
a. Taat pada suami
Ketaatan seorang wanita muslimah pada suaminya adalah perintah Allah 'Azza wa Jalla. Dibalik perintah Allah ini terkandung keutamaan-keutamaan:

i. Masuk pintu surga dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.
Menurut Rasulullah Sallalallahu 'alaihi wassalam : "Apabila seorang wanita sholat lima waktu, shoum di Bulan Ramadhan,dan taat kepada suaminya maka ia berhak masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki." (HR Ahmad dan Thabrani).
ii. Mendapat ampunan

"Burung-burung di udara, hewan di lautan,dan para Malaikat akan memohon ampunan kepada Allah bagi seorang wanita yang taat pada suaminya dan suaminya ridlo kepadanya." (Muttafaqun 'alaih)

Tentu saja ketaatan seorang isteri kepada suaminya selama suaminya mengajak kepada kebaikan dan tidak mengajak kepada ma'shiyat kepada Allah.. Sebagian Ulama berpendapat bahwa taat yang dimaksud adalah ketaatan ketika suami memanggil dan mengajak isteri.

Allahu A'lam.